BerandaKarya SantriArtikelMeneropong Sejarah Masuknya Islam Nusantara

Meneropong Sejarah Masuknya Islam Nusantara

Dipublikasikan pada

Islam Nusantara merujuk pada Islam yang ada di wilayah kepulauan Nusantara, yaitu wilayah yang terdiri dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan bagian selatan Filipina. Islam Nusantara memiliki ciri khas dan karakteristik budaya dan tradisi yang unik, yang mencerminkan akulturasi Islam dengan budaya lokal.

Salah satu Teori yang di tulis Azyumardi Azra dalam sebuah buku yang berjudul “Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 3” dikemukakan Marrison kelihatan mendukung pendapat yang dipegang T.W. Arnold. Menulis jauh sebelum Marrison, Arnold berpendapat bahwa Islam dibawa ke Nusantara, antara lain dari Koromandel dan Malabar. Ia menyokong teori ini dengan menunjuk pada persamaan mazhab fiqh di antara kedua wilayah tersebut. Mayoritas muslim di Nusantara adalah pengikut Mazhab Syafi‟i, yang juga cukup dominan di wilayah Koromandel dan Malabar, seperti disaksikan oleh Ibnu Batutah (1304-1377), pengembara dari Maroko, ketika ia mengunjungi kawasan nusantara.

Menurut Arnold, para pedagang dari Koromandel dan Malabar mempunyai peranan penting dalam perdagangan antara India dan Nusantara. Sejumlah besar pedagang ini mendatangi pelabuhan-pelabuhan dagang dunia Nusantara-Melayu, mereka ternyata tidak hanya terlibat dalam perdagangan, tetapi juga dalam penyebaran Islam.

Selanjutnya, salah satu ciri khas Islam Nusantara adalah akulturasi budaya dengan agama Islam. Islam datang ke wilayah Nusantara sejak abad ke-7 melalui pedagang, saudagar, dan ulama dari berbagai daerah di dunia Muslim. Dalam prosesnya, Islam menyesuaikan diri dengan budaya lokal yang beragam dan mengambil bentuk yang harmonis dengan kearifan lokal. Hal ini menyebabkan Islam Nusantara menjadi Islam yang inklusif dan mengakomodasi perbedaan budaya dalam harmoni.

Islam Nusantara memperlihatkan keberagaman tradisi dan praktik keagamaan yang tercermin dalam berbagai tarekat, adat-istiadat, dan ajaran keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tarekat-tarekat seperti Naqsyabandiyah, Qadiriyyah, dan lainnya telah menjadi bagian dari identitas Islam di Nusantara. Selain itu, ada juga tradisi-tradisi unik seperti upacara selametan, pengajian riyadlul jannah, dan syukuran yang menjadi bagian dari budaya Islam di Nusantara.

Tradisi di atas tidak lain serupa yang diungkapkan oleh Agus Sunyoto dalam bukunya yang berjudul Atlas Walisongo. Ia menyebutkan bahwa banyak tokoh Islam dari berbagai negara yang masuk dan berdakwah di Nusantara. Seperti, Syaikh Maulana Malik Ibrahim merupakan sesepuh Walisongo. Beliau memiliki beberapa nama yang membuat kekeliruan asumsi antara lain, Syeikh Magribi (berasal dari Maghrib Maroko), Sunan Gresik, atau Syeikh Ibrahim Asamarkandi (berasal dari Samarkand Asia Tengah). Para tokoh tersebutlah yang membawa salah satu ajaran Islam yang bercorak Budaya Nusantara.

Membangun Keseimbangan Islam dan Nasionalisme

Upacara keagamaan di Nusantara seringkali diwarnai oleh seni dan budaya lokal. Misalnya, dalam acara pernikahan adat Jawa, seringkali ada hiburan musik gamelan dan tarian tradisional sebagai bagian dari perayaan pernikahan Islam. Begitu pula dalam acara selametan atau khitanan, biasanya diadakan pentas seni dan pertunjukan budaya tradisional untuk menghormati tamu undangan.

Toleransi dan kerukunan antaragama telah menjadi karakteristik kuat Islam Nusantara. Di wilayah Nusantara, banyak masyarakat yang hidup berdampingan dengan beragam agama dan kepercayaan. Kehadiran Islam yang inklusif dan penuh kasih sayang memfasilitasi hubungan harmonis antara umat Muslim dengan komunitas agama lain. Tradisi saling mengunjungi dan merayakan perayaan agama bersama telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah ini.

Pendidikan agama dan keilmuan merupakan bagian integral dari Islam Nusantara. Banyak pondok pesantren (madrasah tradisional Islam) yang berperan dalam menyebarkan ajaran Islam dan budaya keilmuan Islam yang inklusif. Para santri (siswa pesantren) diajarkan untuk menghormati keberagaman dan belajar dari berbagai sumber pengetahuan, baik dari tradisi lokal maupun dari khasanah Islam yang lebih luas.

Islam Nusantara adalah hasil akulturasi Islam dengan budaya lokal di wilayah kepulauan Nusantara. Ciri khasnya terletak pada inklusivitasnya yang mengakomodasi keberagaman budaya, tradisi, dan agama. Tradisi keagamaan yang beragam, kesenian dan budaya lokal dalam upacara keagamaan, serta sikap toleransi dan kerukunan antaragama menjadi landasan kuat bagi keberadaan Islam Nusantara dan kontribusinya dalam memperkuat identitas keagamaan dan budaya di wilayah ini.

Sumber :

Azyumardi Azra, “Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid 3”. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 2012.

Agus Sunyoto, “Atlas Wali Songo”. Depok:Pustaka IIman, 2012.

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

Pertanian, Pajak dan Kekuasaan: Beginilah Ekonomi Mataram Islam Lebih Stabil

Di tengah pusaran genderang perang dan panji-panji perlawanan, Sultan Agung tak hanya membidani kekuatan...

Perjalanan Kembali ke Nusantara: Membawa Ide-Ide Baru dan Pencerahan

Bagian Ketiga dari Tiga Artikel Tulisan ini berdasarkan empat buku referensi utama, Henri Chambert-Loir (2013),...

Mlangi: Sebuah Pesantren, Laboratorium Spiritual dan Pendidikan Nusantara

Berkunjunglah ke Mlangi, dusun kecil di tepi barat ringroad, Sleman. Di dusun yang asri...

Artikel Terkait

Pertanian, Pajak dan Kekuasaan: Beginilah Ekonomi Mataram Islam Lebih Stabil

Di tengah pusaran genderang perang dan panji-panji perlawanan, Sultan Agung tak hanya membidani kekuatan...

Perjalanan Kembali ke Nusantara: Membawa Ide-Ide Baru dan Pencerahan

Bagian Ketiga dari Tiga Artikel Tulisan ini berdasarkan empat buku referensi utama, Henri Chambert-Loir (2013),...

Mlangi: Sebuah Pesantren, Laboratorium Spiritual dan Pendidikan Nusantara

Berkunjunglah ke Mlangi, dusun kecil di tepi barat ringroad, Sleman. Di dusun yang asri...

Elastisitas Islam di Tengah Politik Ekspansi Sultan Agung

Ada pertanyaan yang cukup menarik dan bikin penasaran dari seorang pembaca. Bagaimana Islam dapat...