BerandaKarya SantriArtikelGenealogi Mataram Islam: Antara Majapahit dan Para Sunan !

Genealogi Mataram Islam: Antara Majapahit dan Para Sunan !

Dipublikasikan pada

Tidak dapat dielakkan bahwa kerajaan Mataram Islam, yang sejak perjanjian Giyanti tahun 1755 terbagi menjadi dua yaitu Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta serta menjadi Kadipaten Pakualaman dan Mangkunegaran, secara historis berhubungan erat dengan sejarah penyebaran agama Islam. Berdirinya kerajaan Islam Demak (1475-1548), Kerajaan Islam Giri Kedaton (1487-1600) dan Kesultanan Islam Pajang (1568-1586) hingga Mataram Islam tidak dapat dipungkiri adalah sejarah sekaligus bagian dari khasanah perkembangan dan penyebaran agama Islam di tanah Jawa dan Nusantara.

Dari sisi genealogis kekerabatan, para penerus dan pemangku tahta Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta mempunyai garis keturunan dari raja-raja Majapahit, Islam Demak, Giri Kedaton, dan Kasultanan Pajang. Dari beberapa sumber kajian terkait asal muasal raja-raja Mataram Islam dijelaskan bahwa garis keturunan tersebut didominasi oleh dua garis keturunan utama, yaitu garis keturunan dari Raja Brawijaya V dan garis keturunan Sunan Ampel. Dua garis keturunan tersebut bertemu dan saling menyilang dari generasi ke generasi.

Silsilah raja diraja Mataram Islam dapat ditelisik dari garis keturunan Bondan Kejawan sebagai putra dari Raja Brawijaya V dengan Putri Wandan Sari. Putri Wandan Sari adalah seorang abdi dalem dari selir yang bernama Dewi Dwara Wati (ada yang menyebut sebagai putri Campa). Bondan Kejawan kemudian mempunyai tiga anak antara lain Ki Ageng Wanasaba, Ki Ageng Getas Pendawa, dan Ki Ageng Ngerang/Nyai Siti Rochmah.

Putra pertama dari Bondan Kejawan, Ki Ageng Wanasaba mempunyai putra satu orang bernama Ki Ageng Pandanaran atau disebut juga Ki Ageng Made Pandan yang menikahi Nyai Made Pandan yang merupakan cucu Sunan Giri atau Raden Ainul Yaqin atau Prabu Satmaka (1442-1506) dari putra pertama beliau yang bernama Pangeran Dalem Wetan atau Raden Zaenal Abidin yang bergelar Sunan Giri II (1487-1546). Ki Ageng Made Pandan/Ki Ageng Pandanaran dan Nyi Ageng Made Pandan mempunyai dua putra. Mereka adalah Ki Ageng Pakringan dan Ki Ageng Saba (Cicit Sunan Giri).

Kemudian, salah satu putri Ki Ageng Saba yang bernama Nyai Sabinah (Canggah dari Sunan Giri) dinikahkan dengan putra Ki Ageng Getas Pendawa yang bernama Ki Ageng Pemanahan yang merupakan sepupu Nyai Sabinah dari Ki Ageng Getas Pendawa yang merupakan adik dari Ki Ageng Wanasaba. Dari pernikahan Ki Ageng Pemanahan dan Nyai Sabinah mempunyai putra bernama Danang-Sutawijaya (1587-1601) yang kemudian bergelar Panembahan Senopati yang menjadi pendiri sekaligus raja Mataram Islam Pertama.

Membangun Keseimbangan Islam dan Nasionalisme

Selain itu, bila dilihat dari jalur keturunan Jaka Tingkir, maka akan terlihat hubungan geneologis keturunan Panembahan Senopati yang menurun dari Sultan Demak alias Raden Patah (1455-1518) hingga Prabu Brawijaya V sebagai raja terakhir dari kerajaan Majapahit. Raden Patah adalah putra Raja Brawijaya V (Raden Patah adalah kakak Bondan Kejawan dari ibu yang lain) dari istri yang berasal dari Cina bernama Siu Ban Ci. Raden Patah kemudian menikah dengan salah satu putri Sunan Ampel yang bernama Ratu Asyikah. Salah satu putra Raden Patah bernama Raden Trenggana (1483-1546) menjadi raja Demak ke 3.

Sultan Trenggana kemudian mempunyai beberapa anak yang salah satunya bernama Ratu Mas Cempaka yang kemudian dinikahkan dengan Jaka Tingkir atau Hadiwijaya (Meninggal 1587) yang kemudian menjadi Raja Pajang 1. Salah satu putra Jaka Tingkir, Pangeran Benawa menjadi Raja Pajang ke 3. Pangeran Benawa kemudian mempunyai putri bernama Dyah Banowati yang kemudian dinikahkan dengan Raden Mas Jolang putra dari Panembahan Senopati. Kemudian, Raden Mas Jolang dan Dyah Banowati mempunyai putra yang bergelar Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645).

Dari gambaran garis keturunan singkat di atas muncul silsilah atau garis keturunan yang berasal dari luar Majapahit atau luar Jawa. Garis keturunan dari luar Majapahit tersebut adalah garis keturunan dari Sunan Ampel dan Sunan Giri. Ini menarik untuk ditelaah karena garis keturunan Sunan Ampel dan Sunan Giri yang masuk melalui Ki Ageng Pandanaran hingga Ki Ageng Pemanahan serta melalui Jaka Tingkir hingga ke Pangeran Benawa dan Panembahan Senopati adalah mempunyai alur garis keturunan menuju para penyebar agama Islam dari jazirah Arab dan India yang mempunyai silsilah langsung kepada Rasulullah SAW.

Garis keturunan Sunan Giri menuju Rasulullah SAW tersebut adalah Sunan Giri atau Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Maulana Husin Jumadil Kubro bin Ahmad Syah Jalaluddin bin ’Abdullah Azmatkhan bin Abdul Malik Azmat Khan bin ‘Alwi ‘Ammil Faqih bin Muhammad Shohib Mirbath bin ‘Ali Khali Qasam bin ‘Alwi Shohib Baiti Jubair bin Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah bin ‘Alwi al-Mubtakir bin ‘Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin ‘Isa An-Naqib bin Muhammad An-Naqib bin ‘Ali Al-’Uraidhi bin Imam Ja’far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.

Sunan Giri dan Raden Patah adalah menantu Sunan Ampel. Sunan Ampel atau Raden Rahmat mempunyai silsilah garis keturunan dari Rasulullah sebagaimana berikut; Sunan Ampel atau Raden Rahmat atau Sayyid Ahmad Rahmatillah bin Maulana Malik Ibrahim Ibrahim Asmoro bin Syaikh Jumadil Qubro atau Jamaluddin Akbar al-Husaini bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut) Ali Kholi’ Qosam bin Alawi Ats-Tsani bin Muhammad Sohibus Saumi’ah bin Alawi Awwal bin Ubaidullah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra bin Muhammad Rasulullah SAW.

Jadi, bertilik pada geneologi percampuran garis keturunan raja diraja Mataram Islam yang berasal dari Majapahit dan Para Sunan yang mempunyai garis keturunan hingga Rasulullah SAW, maka amat disayangkan apabila semangat pengembangan dan penyebaran nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamiin, Islam yang damai, Islam yang mampu menebar kedamaian dan Islam yang membangun peradaban seperti yang dibawa, diperjuangkan, dan disebarkan oleh Kanjeng Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan-sunan lainnya lambat laun dan pasti memudar di bumi Mataram Islam.

Salam Islam Nusantara…!

Sumber:
Dr. H.J. De Graaf, Awal Kebangkitan Mataram: Masa Pemerintahan Senapati, (1985), Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647, (2007), H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud, Kerajaan Islam Pertama di Jawa, (2001), M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern, (1991), Sartono KartodirdjoPengantar Sejarah Indonesia Baru 1500 – 1900, dari Emporium sampai Imperium Jilid 1 (1993)

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

Pertanian, Pajak dan Kekuasaan: Beginilah Ekonomi Mataram Islam Lebih Stabil

Di tengah pusaran genderang perang dan panji-panji perlawanan, Sultan Agung tak hanya membidani kekuatan...

Perjalanan Kembali ke Nusantara: Membawa Ide-Ide Baru dan Pencerahan

Bagian Ketiga dari Tiga Artikel Tulisan ini berdasarkan empat buku referensi utama, Henri Chambert-Loir (2013),...

Mlangi: Sebuah Pesantren, Laboratorium Spiritual dan Pendidikan Nusantara

Berkunjunglah ke Mlangi, dusun kecil di tepi barat ringroad, Sleman. Di dusun yang asri...

Artikel Terkait

Pertanian, Pajak dan Kekuasaan: Beginilah Ekonomi Mataram Islam Lebih Stabil

Di tengah pusaran genderang perang dan panji-panji perlawanan, Sultan Agung tak hanya membidani kekuatan...

Perjalanan Kembali ke Nusantara: Membawa Ide-Ide Baru dan Pencerahan

Bagian Ketiga dari Tiga Artikel Tulisan ini berdasarkan empat buku referensi utama, Henri Chambert-Loir (2013),...

Mlangi: Sebuah Pesantren, Laboratorium Spiritual dan Pendidikan Nusantara

Berkunjunglah ke Mlangi, dusun kecil di tepi barat ringroad, Sleman. Di dusun yang asri...

Elastisitas Islam di Tengah Politik Ekspansi Sultan Agung

Ada pertanyaan yang cukup menarik dan bikin penasaran dari seorang pembaca. Bagaimana Islam dapat...